- klinis
- demam mendadak tinggi 2-7 hari
- manifestasi pendarahan
- hepatomegali
- syok
- laboratorium
- Trombositopenia (< 100.000/µl)
- kebocoran plasma, ditunjukkan oleh minimal salah satu tanda di bawah ini:
- Hematokrit meningkat > 20% dari nilai standar
- Hematokrit menurun < 20% nilai standar setelah resusitasi
- Efusi pleura/perikardial , asites, hipoproteinemia
Derajat
|
Kriteria
|
DBD derajat I
|
Demam disertai gejala tidak khas, dan satu-satunya manifestasi pendarahan
ialah uji torniquet positif
|
DBD derajat II
|
Seperti derajat I, disertai pendarahan spontan di kulit atau
pendarahan lain
|
DBD derajat III
|
Terdapat kegagalan sirkulasi (nadi cepat dan lembut, hipotensi,
sianosis disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah)
|
DBD derajat IV
|
Syok berat (nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak dapat
diukur)
|
c) tata laksana
- derajat I dan II: kristaloid 3-7 ml/kgBB/jam. Periksa laboratorium setiap 6 jam. Bila hematokrit menurun dan klinis membaik, kecepatan cairan boleh diturunkan secara perlahan.
- derajat III dan IV: bolus kristaloid 20 ml/kgBB secepatnya.
- Bila ada perbaikan, turunkan menjadi 10 ml/kgBB/jam selama 2-4 jam, kemudian diturunkan lagi bertahap setiap 4-6 jam sesuai klinis dan laboratorium.
- Bila tidak ada perbaikan, ulangi bolus kristaloid atau pertimbangkan tranfusi darah.
No comments:
Post a Comment